Category KIY Writing Challenge

Relawan, Selo, dan Makrab

Bukan pertama kalinya saya terjun ke dunia relawan. Bukan juga pertama kalinya saya masuk  dalam komunitas. Bahkan bukan juga pertama kalinya saya mengikuti Kelas Inspirasi.

Dunia kerelawanan. Yap, dunia yang tidak pernah membuat saya lelah justru malah membuat saya lebih semangat. Walaupun banyak yang bilang kalau saya sibuk, tapi sebenarnya saya sok sibuk, karena sibuk bersama kalian itu namanya bukan sibuk, tapi “selo”.  Read More

KUDAPAN SARU

Eeeeiiittss, dilarang keras membayangkan yang tidak-tidak apalagi yang iya-iya. Kudapan saru maksudnya kumpul dengan panitia (di) Sabtu seru. Layaknya makanan kudapan yang rasanya enak, membuat orang yang memakannya tidak bosan. Begitu pula dengan Sabtu sore, dua hari yang lalu, walaupun telat datang, bukan cacian atau kata-kata sindiran yang keluar. Senyum. Iya senyum. Sambutan hangat yang ditujukan padaku dan teman-teman yang baru datang layaknya udara yang menghangatkan di saat badan kuyup kedinginan. Read More

Mengunduh Keteladanan dari Negarawan Berpendidikan

Mengunduh Keteladanan dari Negarawan Berpendidikan

Mohammad Athar, mungkin tak pernah mengira bahwa di masa dewasanya akan menjadi salah satu sosok berpengaruh bagi sebuah bangsa.  Anak kecil yang lahir di Bukittinggi ini hidup dengan adat  Minang yang kental. Setelah menamatkan sekolah ELS (Europeesche Lagere School)  di Padang, petualangannya dalam rimba pengetahuan berlanjut di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) dan Prins Hendrik Handels School di Jakarta. Langkah penuh semangat dalam merengkuh pendidikan tinggi dilakoninya hingga ia masuk di salah satu kampus elit dunia di Handels Hogeschool atau Economische Hogeschool (sekarang menjadi Universitas Erasmus Rotterdam) Belanda. Read More

Korupsi, di Lingkungan Kita yang Berpendidikan

Indonesia, negeri dengan seribu budaya ini bisa diandaikan sebagai rumah Atlantis yang telah tenggelam. Dari mata mancanegara, Indonesia terkenal akan alam, budaya, tata krama, dan sukunya.  Saya masih optimis dengan negara yang ada di kartu penduduk dan paspor yang saya miliki.  Prasangka baik saya mengatakan bahwa negara ini kaya akan alam dan  keberagaman budaya. Saya pun telah terdoktrinisasi oleh tata karma yang telah diturunkan orang tua, walaupun belum sepenuhnya tata karma itu diimplementasikan kehidupan yang telah dijalani. Read More