Membangun Generasi Indonesia yang tangguh berbasis  relawan

Membangun Generasi Indonesia yang tangguh berbasis  relawan

kiy wrJika kerelawanan dalam program Kelas Inspirasi Yogyakarta #5  boleh diuangkan, kira-kira berapa rupiah  jumlahnya?  Dugaan saya pasti besar.

Kurang lebih  pada pertengahan  November 2016, saya menemukan informasi melakukan kerja kerelawanan melalui program Kelas Inspirasi Yogyakarta (KIY). Saya tidak ingat persis, apakah saya menemukannya di instagram atau di twitter terkait rekruitmen relawan KIY, yang jelas sesaat setelah menerima informasi itu saya mencari berbagai dokumentasi kegiatan KIY dan kesimpulan saya,  Kegiatan ini Menarik !

Singkat cerita proses mengisi formulir pendaftaran relawan segera saya lakukan. Hampir dua puluh menit saya habiskan di depan layar telpon seluluer untuk mengisi detail pertanyaan, hingga  di awal tahun 2017, ada surat elektronik dari panitia KIY memberitahukan bahwa saya diterima menjadi relawan pengajar.  Petualangan dimulai.

Dunia kerelawanan sendiri sebenarnya tidaklah asing, keterlibatan di lembaga tempat saya bekerja juga bermula dari kegiatan relawan. Jika kita melakukan flash back, semangat kerelawanan sendiri sebenarnya  sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Gotong royong membangun sarana publik di desa adalah salah satu contohnya. Bagi sebagian besar masyarakat, kerelawanan itu ibarat ungkapan Thomas Hobbes dalam karyanya berjudul De Cive (1651), Homo Homini Socius  – Manusia adalah kawan bagi sesama.

Proses KIY diawali dengan tehnical meeting pada tanggal 22 Januari 2017.  Ini  adalah awal mula bertemunya  berbagai pemangku kepentingan dalam program KIY. Mereka adalah perwakilan dari  Dinas Pendidikan, Perwakilan Sekolah, Fasilitator dan Relawan pengajar dan dokumentator. Proses TM menurut saya sejujurnya terlalu singkat waktunya,  meskipun demikian banyak hal yang bisa saya peroleh. Informasi itu adalah sharing session dari para pengajar, simulasi panduan mengajar,dan pertemuan dengan para relawan dalam satu tim. Saya sempat heran, karena relawan satu tim tidak semua hadir dalam tehnical meeting ini, belakangan saya baru mengetahui,  banyak dari mereka yang  tidak berdomisili di Yogyakarta, tetapi mereka datang dari berbagai kota di Pulau Jawa. Terkejut sekaligus kagum, saya sampaikan kepada rekan-rekan relawan satu tim saya. Solidaritas dan semangat berbagi mereka sungguh luar biasa.

Komunikasi untuk saling memperkenalkan diri, bertukar informasi mengenai aktivitas yang dilakukan dan mengatur berbagai agenda kegiatan dijalin melalui grup whatsapps (WA). Proses koordinasi  dengan cara seperti ini cukup menantang, selain tidak semua anggota tim dapat merespon pada saat bersamaan, waktu untuk bertemu langsung juga sangat terbatas. Namun keterbatasan komunikasi ini tampaknya sudah disadari betul oleh anggota tim, sehingga setiap ada permintaan bantuan, pertanyaan ataupun sekedar klarifikasi  tentang berbagai hal, para relawan  tidak segan saling memberikan dukungan.  Misalnya cerita  salah seorang relawan yang berniat kuat menjadi relawan kelas inspirasi.  Ia terpaksa harus menunda keinginannya karena dokter kandungan tidak mengijinkannya. Cerita lain adalah relawan tim yang hingga tulisan ini dibuat sedang berupaya keras mendapatkan ijin cuti dari atasannya. Cerita lainnya upaya menuju kota  Yogyakarta, relawan dari luar kota harus mencari angkutan umum, sementara anggota tim relawan yang lain menyediakan rumah dan kendaraan  untuk mobilisasi ke lokasi. Ikatan yang terbangun dengan tulus  ini patut dibanggakan

Saat mengadakan survei,  dua teman fasilitator mendampingi relawan untuk bersepada motor bersama menuju lokasi sejauh kurang lebih 40 kilometer arah barat kota Yogyakarta. Survei lokasi ini membuat kami mengetahui gambaran akses ke lokasi dan fasilitas yang tersedia di sekolah. Kami relawan sempat merasakan uji coba mengajar di kelas,  Guru kelas pun dengan terbuka  memberikan kesempatan  kepada kami untuk menjajal kemampuan mengajar.  Pengalaman saya pribadi setelah menikmati mengajar di depan kelas, baru merasakan pentingnya membuat rencana pengajaran (lesson plan). Menyampaikan pengetahuan kepada siswa kelas rendah membutuhkan metode  yang tepat agar dalam proses pembelajaran berhasil. Secanggih apapun ide yang akan disampaikan, jika tanpa persiapan pengajaran yang baik, hasilnya  tidak akan maksimal dalam menginspirasi siswa untuk menjadi lebih jujur, mandiri, pantang menyerah dan bekerja keras.

Peran penting relawan pengajar di hari inspirasi adalah mendorong  siswa mampu mencari berbagai alternatif solusi  yang digali dari potensi yang dimilikinya. Selain itu saya menggaris bawahi pentingnya dialog. Kemahiran untuk berdialog secara terbuka dengan siswa, akan memastikan mereka memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya  dan  mau terlibat untuk mengatasi persoalan. Hal lain yang tidak boleh ketinggalan adalah sikap relawan pengajar harus mau menumbuhkan rasa ingin tahu anak dan  merangsang terjadinya proses berfikir, supaya siswa menjadi lebih kritis.

Akhirnya, menjadi relawan KIY memberi kesempatan saya untuk mengenal beragam karakter siswa, mengenal lebih dalam profesi bapak ibu guru dan profesi rekan relawan dalam satu tim. Dalam jangka pendek  hadirnya kegiatan KIY mampu menginspirasi terjadi perubahan dari para pihak yang peduli kepada pendidikan, sementara dalam jangka panjang, inisiatif baik ini perlu dukungan dari para pihak karena perubahan sikap, perilaku dan kondisi tidaklah cukup diproses dalam satu hari.  Diakhir  saya mengutip Pablo Neruda- Hidup ini seperti roller coaster, pasang, surut, terkadang menukik tajam, silahkan anda pilih sendiri, mau menjerit histeris atau menikmati perjalanan yang penuh tantangan ini. Dan saya menikmati perjalanan membangun generasi tangguh bersama para relawan Kelas Inspirasi Yogyakarta

 

Edy Purwaka

Relawan Pengajar di SD Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kab.Kulon Progo

#5 KIY/ Kelompok 23

Publikasi KIY