KI YogyaKI Yogya

Tag : kelas inspirasi

By KI Yogya

Technical Meeting Luar Biasa

Persiapan ini dimulai sejak Oktober 2016, meski ini adalah komunitas relawan, tapi semuanya dikerjakan secara profesional. Dimulai dari perekrutan relawan panitia KIY ke-5 blusukan survei SD di daerah perbatasan DIY, perekrutan relawan pengajar dan dokumentator, hingga Technical Meeting hari ini. Masih ada tiga agenda besar lagi untuk KIY 2017, yaitu Hari Inspirasi, Hari Refleksi dan Pekan Inspirasi Yogyakarta.

Technical meeting dimulai pukul 08.00, tapi panitia sudah bersiap di lokasi sejak pukul 06.00 WIB. Persiapan yang luar biasa, dimulai dari beberapa minggu sebelumnya. Mulai dari dekorasi ruangan, panitia, konsumsi, hingga penyambutan para tamu. Semua dikonsep sedemikian rupa untuk menyambut para relawan pengajar, dokumentator, pihak sekolah dan semua pihak yang terlibat agar menjadi berkesan.

Rangkaian acara technical meeting berjalan dengan lancar, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Jingle KIY, setelah itu Kelas Inspirasi Yogyakarta ke 5 resmi dibuka dengan ditandai pemukulan gong sebanyak lima kali oleh Dikpora Yogyakarta yang diwakili oleh Bapak Drs. Surti Raharyanto seksi TK/SD Dikpora DIY. Tidak hanya sambutan, rangkaian acara technical meeting juga berisi pengenalan tentang Indonesia Mengajar dan Kelas Inspirasi oleh Kak Asep Ismail, KIY 5 Tahun 2017 oleh Kak Fatimah Norpriardy dan Trik mengajar di dalam kelas oleh Kak Hilmi.

Selain itu, hal terpenting dari technical meeting ini adalah Forum Group Discussion (FGD) berdasarkan kelompok sekolahnya masing-masing. Sebanyak 253 relawan pengajar dan 106 relawan dokumentator dibagi menjadi 25 kelompok berdasarkan SD yang terpilih untuk pelaksanaan KIY 2017. FGD ini dijadikan wadah pertemuan pertama relawan pengajar, dokumentator, fasilitator dan pihak sekolah yang terlibat KIY 2017.

Kegiatan technical meeting hari ini ditutup dengan flashmob, doa dan foto bersama. Semoga Hari Inspirasi nanti mampu menembus batas sebagaimana mimpi tanpa batas yang menjadi tema KIY#5 2017.

 

Eka Hardiyanti

By KI Yogya

Kelas Inspirasi Dorong Semangat Siswa

DAVIN siswa kelas 2 SDN Ngawen 3 tak begitu memperhatikan ketika relawan pengajar Kelas Inspirasi Yogyakarta Dr H Immawan Wahyudi MH memanggilnya agar ke depan kelas. Cita-cita Davin memang berbeda dengan teman-teman yang lain. Ketika teman sebayanya berkeinginan menjadi polisi, tentara, presiden, dan dokter,  Davin justru bersemangat menjadi sopir truk dump. “Tertarik untuk menjadi sopir truk ‘jongkeng’ atau dump,” ujar Davin polos di depan kelas.

Ketika Immawan menanyakan alasan Davin ingin menjadi sopir truk dump, Davin hanya tersenyum dan mengaku senang bila nanti besar bisa mengemudikan truk dump. Menurut Immawan cita-cita atau keinginan memang harus muncul sejak kecil. Sehingga menjadi  penyemangat siswa dalam belajar. “Banyak orang memiliki profesi ketika menjadi dewasa. Berbagai pekerjaan yang dilakukan tentunya mendatangkan penghasilan,” ujar Immawan yang juga wakil bupati Gunungkidul terpilih ini.

Ditemui usai mengajar, Immawan mengaku kelas inspirasi perlu diperbanyak di Gunungkidul. Jika tahun ini 24 guru se DIY dan Gunungkidul hanya mendapat jatah 5 sekolah, 2017 harus diperbanyak. Kelas inspirasi cukup baik, agar anak-anak di Gunungkidul dipernuhi semangat atau motivasi yang tinggi. “Melalui kelas inspirasi mampu mendorong pembangunan pendidikan dan kesejahteraan ke depannya,” jelasnya.

Diungkapkan, kelas inspirasi juga  mencegah anggapan pendidikan hanya cukup di SD atau SMP saja. Program ini tentunya akan mendorong peningkatan kepedulian bidang pendidikan, sehingga tidak ada anak putus sekolah. Harapannya kualitas sumber daya manusia di Gunungkidul semakin berkualitas. “Anak perlu dikenalkan profesi. Melalui pemahaman profesi dan usaha nantinya apapun pekerjaan akan mendatangkan pekerjaan,” ujarnya. (Dedy EW)

Sumber: http://krjogja.com/read/290185/kelas-inspirasi-dorong-semangat-siswa.kr

By KI Yogya

Polisi Warnai Kelas Inspirasi Yogyakarta

Tribratanews- Jogja . Brigadir Hendra Subbag Humas Polresta Yogyakarta menyambut dengan penuh semangat Hari Inspirasi Sabtu 6 Februari 2015. Memantapkan langkah kaki menuju sebuah wahana belajar di SD Kyai Mojo Yogyakarta. Ditemani rekan berbeda profesi seperti Psikolog, Sales Development, 2d artist , Apoteker , Chemist , Jurnalis majalah wanita, Karyawan Swasta telekomunikasi, Dosen dan dibantu kru fotografer maupun videografer memberikan pengalaman mereka bekerja di dalam kelas. Berkonsep Moving class , sebanyak 9 kelas dihadirkan dalam bentuk wahana sederhana. Pada saat moving , ketua rombel (rombongan belajar) membawa paspor yang dipergunakan sebagai akses masuk ke wahana berikutnya.
Kelas Inspirasi Yogyakarta kali ini bertajuk ” di negeri serba ada ” mengambil sekolah dasar yang berdekatan dengan pasar. Pasar yang identik dengan hiruk pikuk perdagangan baik jual beli , tawar menawar serta berbagai kebiasaan yang campur aduk. Keadaan ini sangat mempengaruhi keadaan lain di sekitarnya, termasuk sekolah sebagai tempat belajar. Disini kami hadir di tengah kerumunan anak SD untuk menyampaikan gambaran profesi yang sedang dijalani sekarang. Bagaimana cara menjadi profesi tersebut dan apa sih tugasnya. Berkomunikasi dengan anak- anak SD sangat menantang bagi mereka yang belum pernah mengajar.
Berbagai polah tingkah laku serta bahasa yang digunakan kadang tidak match. Pengajar yang lain sangat luar biasa , karena mereka berasal dari luar Jogja bahkan ada di sekolah lain dimana dari luar pulau. Para pengajar sebelum masuk wahana , secara bersama sama melakukan Flash Mob KIY dengan background music Sherina kembali ke Sekolah (HP)

By KI Yogya

Berbagi Inspirasi Untuk Menggapai Mimpi

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Sebanyak 14 tenaga relawan yang terbagi dalam sembilan relawan pengajar, tiga relawan dokumentator, serta dua fasilitator Kelas Inspirasi Yogyakarta (KIY) berbagi inspirasi kepada 85 pelajar MI Muhammadiyah Macan Mati, Dusun Macan mati, Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (6/2/2016).

Kepala Sekolah MI Muhammadiyah Macan Mati, Asrorudin, mengamini program KIY akan berdampak positif bagi mental anak-anak didiknya. Dengan memperkenalkan berbagai macam profesi, ia berharap akan memotivasi anak-anak didiknya agar membuat kejelasan cita-cita.

“Untuk mencapai cita-cita tersebut pastinya dibutuhkan kerja keras dan dapat termotivasi untuk semakin rajin beribadah dan belajar. Dengan berbagai profesi yang dikenalkan mudah-mudahan dapat menginspirasi anak-anak,” katanya.

Asrorudin pun mengungkapkan semangat belajar murid MI Muhammadiyah Macan Mati sebenarnya sangatlah tinggi. Namun faktor lingkungan masih berpengaruh seperti kurangnya perhatian dari orang tua dan keluarga membuat anak lebih sering bermain setelah pulang sekolah karena lepas dari kendali orangtua.

Salah seorang relawan pengajar, Rista Arum yang berprofesi sebagi perawat, mengaku antara relawan pengajar dan para pelajar justru saling menginspirasi. Semangat para pelajar yang tak terbendung membuat para relawan pengajar justru berbalik terinspirasi.

“Pada awalnya saya ingin menginspirasi. Selama ini hanya berinteraksi dengan pasien atau orang dewasa saja, jarang dengan anak SD. Setelah saya menularkan inspirasi, mereka semangat luar biasa untuk menjadi perawat. Saya jadi bertambah bersemangat untuk meningkatkan kualitas profesi saya,” katanya.

Dengan mengusung tema Negeri Serba Ada, sembilan tenaga profesional mengabdikan diri mereka selama satu hari untuk membagikan pengetahuan mengenai macam-macam profesi kepada siswa-siswi, bahwa tak hanya Dokter, Polisi, maupun Guru yang kerap menjadi cita-cita anak Indonesia. Mulai dari Perawat, Marketing, Apoteker, Penyiar, Public Relation Consultant, hingga Pegawai Bea Cukai terjun langsung bertatap muka dengan para pelajar.

 

Editor:

Sumber: http://www.harianjogja.com/baca/2016/02/07/kelas-inspirasi-berbagi-inspirasi-untuk-menggapai-mimpi-688699

By KI Yogya

Belajar Beragam Profesi di Kelas Inspirasi Yogyakarta

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Kalimat tersebut akan lebih ampuh jika dibarengi dengan kehadiran sosok yang dicita-citakan di depan mata.

Bukan hanya cita-cita yang menggantung, namun juga tahu bagaimana jalan agar bisa sampai dan mewujudkan cita-cita tersebut.

Hal itu dirasakan oleh puluhan siswa di SDN Sosrowijayan yang kedatangan tamu spesial pada Sabtu (6/2/2016).

Mereka adalah para relawan pengajar Kelas Inspirasi Yogyakarta (KIY) dengan latar belakang profesi pekerjaan yang berbeda.

Para siswa masuk kelas dan mendapatkan pelajaran yang berbeda dari hari biasanya. Kali ini mereka diberikan wawasan tentang profesi masing-masing relawan pengajar.

Aiptu Jamar, misalnya, ia bertugas memberikan pengarahan di kelas VI. Lengkap dengan seragam kebesarannya, ia berusaha menanamkan kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga tata tertib di manapun mereka berada.

“Kalian harus tahu tentang panca tertib yakni tertib pribadi, keluarga, di jalan, di sekolah, dan tertib di mana saja,” terangnya disambut anggukan dari para siswa.

Kalimat yang diucapkan Jamar di dalam kelas tersebut memompa semangat seorang siswa bernama Viko Darmawan. Siswa kelas VI tersebut telah lama bercita-cita ingin menjadi seorang polisi. Kedatangan Jamar ke sekolahnya berarti sangat banyak baginya.

Kini ia paham, bagaimana mempersiapkan diri agar bisa mewujudkan keinginannya tersebut. “Seorang polisi itu harus berani, pantang menyerah, dan juga tidak sombong. Kalau mau berhasil (jadi polisi, red), mulai sekarang harus rajin belajar,” imbuhnya kepada Tribun Jogja.

Selain diajak menggapai cita-cita, para siswa juga dibimbing untuk mengerti profesi relawan pengajar yang tak mudah. Ada tanggung jawab besar yang melekat bersama profesi tersebut.

Seperti yang diutarakan Robiatul Adamiyah usai melihat video tentang tugas seorang perawat di ruang operasi.

Robi mengaku mulai paham dengan cara perawat mengobati pasien, membantu pasien, serta usaha perawat yang dilakukan bersama dokter untuk menyelamatkan pasien yang mau meninggal.

“Jadi perawat ternyata susah ya. Harus berhadapan dengan darah juga. Kalau aku pasti sudah nggak kuat,” tuturnya lalu meringis.

Selain polisi dan perawat, relawan pengajar yang memberikan pengarahan kepada para siswa datang dari psikolog klinis, pelatih yoga, make up artist, wirausaha, penyuluh narkoba, arsitek, digital marketing, dan sebagainya.

Tanggapan positif atas terselenggaranya KIY yang sangat menginspirasi siswa tersebut, diutarakan Kepala SDN Sosrowijayan, Chatrina Siti Nur Hayati.

Wanita yang akrab disapa Chatrin tersebut mengaku sangat mendukung program KIY. Hal tersebut karena menurutnya, kedatangan tim KIY mampu menstimulus anak-anak untuk giat belajar.

“Selama ini anak-anak ketika ditanya cita-cita hanya menyebutkan profesinya, namun kali ini mereka bisa bertemu dengan relawan pengajar dengan profesi yang berbeda. Penjelasan serta cerita yang menginspirasi dari relawan, memacu anak-anak untuk semangat belajar dan meraih cita-citanya,” tandasnya lantas tersenyum.

Tahun 2016 ini merupakan tahun keempat penyelenggaraan KIY yang melibatkan 411 relawan.

Mereka terdiri dari 247 relawan pengajar, 74 relawan dokumentator, serta 90 orang relawan penyelenggara yang disebar ke 24 Sekolah Dasar di 5 kabupaten/ kota Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sejumlah relawan tersebut telah terseleksi dari lebih kurang 1.000 orang pendaftar relawan penyelenggara, relawan pengajar, maupun relawan dokumentator.

“Harapannya dari penyelenggaraan KIY tahun ini adalah semakin banyak instansi yang akan ikut berkontribusi terhadap kegiatan volunteer, serta relawan yang akan terus bergerak secara berkala pasca Hari Inspirasi, menerapkan salah satu prinsip KI yaitu bersilaturahmi dengan pihak sekolah,” ujar Koordinator KIY 2016, Karina Bunga Hati. (tribunjogja.com)

 

Sumber: http://jogja.tribunnews.com/2016/02/07/belajar-beragam-profesi-di-kelas-inspirasi-yogyakarta 

1 2 3 4
Kelas Inspirasi Dorong Semangat Siswa
Polisi Warnai Kelas Inspirasi Yogyakarta
Berbagi Inspirasi Untuk Menggapai Mimpi
Belajar Beragam Profesi di Kelas Inspirasi Yogyakarta