Kelas Inspirasi Yogyakarta, adalah suatu gerakan dibawah Indonesia Mengajar yang intinya adalah mengajak para profesional yang sudah memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun untuk kembali ke SD dan mengenalkan profesinya kepada anak anak SD tersebut. Pada tahun ini Kelas Inspirasi Yogyakarta dilaksanakan pada 16 Maret 2015, menyasar ke 25 SD di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta melibatkan sekitar 350 relawan baik pengajar ataupun dokumentator. Tidak ada imbalan apapun dalam kegiatan ini, semua terlaksana karena kemauan tiap relawan sendiri.

Ini pengalaman kedua kali saya mengikuti Kelas Inspirasi, yang pertama adalah tahun lalu menjadi relawan fotografer dan tahun ini alhamdulillah menjadi koordinator fasilitator. Saya lumayan terkejut karena beban kerjanya lumayan banyak. Persiapan yang dilakukan mungkin dimulai sejak H-4 bulan, dari pencarian panitia, rapat setiap hari Jumat, penentuan SD, survei, seleksi relawan. dsb.
Awalnya agak takut karena saya masih awam soal Kelas Inspirasi, banyak yang lebih senior, banyak yang lebih cakap, tapi kenapa saya yang dipilih?
Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari Kelas Inspirasi Yogyakarta tahun ini karena saya merasa ikatannya lebih kuat saja, energi positifnya terasa. Ya tidak sempurna memang, tapi menyenangkan bisa bertemu dengan orang-orang keren dari multidisiplin yang masih peduli dengan pendidikan Indonesia dan mau menyisihkan waktunya untuk mempersiapkan kegiatan ini. Memang masih ada kekurangan disana-sini terkait pelaksanaan KI Yogya tahun ini, tapi itu merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi kami Panitia KI.
Terimakasih banyak.

 

Menurut saya, sudah suatu kewajiban atau tanggung jawab orang yang lebih tua untuk menjadi katalis bagi generasi yang lebih muda. Sudah tugas kita menuntun, memberikan dorongan, semangat, dan contoh untuk mereka agar mereka bisa melompat lebih tinggi dari kita. Indonesia sudah diuntungkan dengan bonus demografi, semoga kita bisa memanfaatkan momentum ini agar bangsa Indonesia bisa benar benar memimpin dunia. Saya yakin Indonesia tidak kurang orang pintar, tidak kurang sumber daya, tetapi mungkin kekurangannya adalah kurangnya orang baik yang turun langsung, memberikan contoh, mengawal pendidikan, kita mungkin terlalu acuh, mungkin.
Untuk menutup tulisan ini saya ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat, para relawan, panitia, pihak media, sekolah, dan pihak yang lain yang mendukung kegiatan ini. Mari turun tangan langsung, mari berkontribusi untuk pendidikan yang lebih baik, mari menjadi busur untuk anak-anak Indonesia yang ingin melesat tinggi meraih mimpinya. Sampai ketemu di Kelas Inspirasi di kota-kota lainnya.
Tanah Air
Ciptaan : Ibu Soed
Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negeri kujalani
Yang mahsyur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalah ku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
 .
 .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *