Eeeeiiittss, dilarang keras membayangkan yang tidak-tidak apalagi yang iya-iya. Kudapan saru maksudnya kumpul dengan panitia (di) Sabtu seru. Layaknya makanan kudapan yang rasanya enak, membuat orang yang memakannya tidak bosan. Begitu pula dengan Sabtu sore, dua hari yang lalu, walaupun telat datang, bukan cacian atau kata-kata sindiran yang keluar. Senyum. Iya senyum. Sambutan hangat yang ditujukan padaku dan teman-teman yang baru datang layaknya udara yang menghangatkan di saat badan kuyup kedinginan.

Bagiku, Sabtu sore waktu itu bukan hanya sekedar malam keakraban biasa yang tujuannya saling mengakrabkan satu sama lain antarpanitia. Aku menyebutnya sa(btu) s(er)u yang mengobati kerinduanku terhadap proses belajar menjadi manusia yang peka terhadap diri sendiri, orang lain, ataupun lingkungannya. Bahagia rasanya, satu atap bersama untuk belajar materi menjadi fasilitator, simulasi untuk TM (technical meeting), mendengarkan pendapat teman yang lain, juga saling mengevaluasi dan memberikan masukan. Tidak ada yang lebih pintar, semuanya sama rata.

Ketika senam pagi sampai sesi ice breaking, semua orang sangat luar biasa. Bahkan saat diberikan waktu 10 menit untuk membuat ice breaking secara mendadak. Banyak ide yang keluar dan itu luar biasa (pada saat yang bersamaan Seksi Acara sedang berembug serius di ruangan berbeda, mungkin sedang menyiapkan kejutan untuk kita). Dan benar, kejutan di hari Minggu dimana matahari sangat tidak bersahabat untuk melakukan outbond yang membuat berat badan saya berkurang 7 ons. Tetapi tak masalah, hanya ucapan terima kasih yang bisa terlontar kepada teman-teman yang telah merelakan waktunya untuk makrab di saat bisa bobok manis dan lucu di rumah.

Makrab ini sebenarnya bukan hanya tentang aku, kamu, dia, kalian, atau mereka. Ini adalah tentang kita yang berproses bersama. Saling belajar mengenal dan memahami satu sama lain. Ini bukan masalah siapa yang tumbang duluan atau berniat berhenti, karena seleksi alam itu pasti. Tetapi ini tentang keyakinan bahwa kita dibutuhkan dan bermakna.

Dan terakhir:

Jika di luar sana sedang hujan deras, coba lihatlah dan hitung setiap tetesan air yang jatuh. Banyak sekali bukan? Dan tahukah kalian, sebanyak itulah aku bersyukur telah mengenal kalian di Kelas Inspirasi Yogyakarta 4 ini.

 

Terima kasih telah membuat bahagia.

 

Terima kasih sudah mau berproses bersama.

 

Siti Nur Hilmi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *