Berita tentang praktik korupsi memang tak pernah ada habisnya menghiasi wajah media di negeri ini. Jika disebutkan dan dibahas satu per satu akan menjadi panjang dan menjadi kasus yang tak kunjung usai. Pernah ada pertanyaan dalam hati, kapan negeri ini akan bebas dari praktek korupsi? Bahkan sejak menduduki bangku sekolah dasar, kata korupsi sudah akrab di telinga dan sampai sekarang pun masih sering terdengar berita korupsi masih terjadi di mana-mana. Tak harus di media cetak maupun elektronik, praktik korupsi pun cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) katanya ada untuk memberantas korupsi. Toh, sampai sekarang masih belum juga menunjukkan perubahan signifikan bahwa negeri ini sudah bebas dari korupsi. Permasalahan pun semakin pelik karena menjalar ke berbagai aspek kehidupan ekonomi maupun sosial-politik. Praktek korupsi ini pada akhirnya juga mengakar ke praktek kolusi, nepotisme yang kemudian dikenal dengan KKN dan bahkan praktek suap sekalipun. Terlalu panjang dan bertele-tele jika harus dijelaskan satu per satu karena satu kasus korupsi kasusnya menjalar ke praktek-praktek kejahatan lainnya yang tentunya merugikan.

Tidakkah kita bisa fokus pada bagaimana mencegah korupsi agar tidak terus terjadi. Jika sekarang masih terlalu sulit untuk memberantas korupsi secara keseluruhan, kita masih punya harapan untuk mencegahnya di masa depan. Permasalahan korupsi memang terlalu pelik untuk diulik, tetapi akar permasalahan korupsi ini sebenernya terlalu sederhana. Sederhana tapi banyak sekali orang-orang yang masih sulit melakukannya, karena berasal dari pribadi masing-masing. Meskipun demikian, pada kenyataannya lingkungan pun turut berpengaruh dan memiliki andil apakah seseorang akan melakukan korupsi atau tidak.

Hemat saya, korupsi adalah suatu tindakan tidak jujur yang pada akhirnya merugikan pihak lain karena menggunakan hak-hak orang lain tanpa sepengetahuan orang lain tersebut. Nah, jelas di sini akar permasalahannya adalah ketidakjujuran. Jika saja jujur kepada orang yang memiliki hak tersebut kemudian menggunakan atas izin orang tersebut, sudah jelas korupsi tidak akan terjadi. Secara langsung tentu saja korupsi ini sama dengan mencuri, hanya caranya saja yang berbeda. Korupsi adalah mencuri dengan cerdas tanpa membobol pintu ataupun lari-lari dikejar satpam.

Seandainya saja sedari dini dalam diri kita dan generasi di bawah kita ditanamkan kejujuran, pastilah negeri ini akan bebas dari korupsi dalam beberapa tahun ke depan. Jujur dalam arti kita berkomitmen dan konsisten atas apa yang sudah kita katakan dan atas apa yang menjadi tanggung jawab serta amanah kita. Contoh kecil saja bagaimana jujur menjaga amanah seperti ketika kita diamanahi ibu untuk belanja ke pasar. Kemudian jika ada uang belanja yang tersisa, janganlah kita mengambil uang sisa belanja untuk membeli keperluan lain tanpa seiizin ibu. Tetapi, kembalikanlah uang tersebut karena itu bukan hak kita.

Contoh lain dalam hal tanggung jawab yang seringkali kita abaikan karena merasa ‘ah, tidak ada yang melihat, tidak ada yang tahu’. Padahal, kita sudah berbohong dengan diri kita sendiri dengan cara seperti itu. Ketika kita diamanahkan memegang uang iuran misalnya, jangan sampai kita menggunakannya untuk kepentingan pribadi kemudian memanipulasi laporan. Ini sudah termasuk korupsi meskipun dalam jumlah kecil. Efek sampingnya adalah jika kita sudah tidak menanamkan kejujuran pada diri sendiri diawali dengan ketidakjujuran-ketidakjujuran seperti ini, bisa ditebak inilah yang akan menjadi langkah awal pencuri kelas besar di ranah yang lebih luas lagi yang menyangkut kepentingan bangsa dan negara ini. Apalagi jika nanti sudah memegang amanat sebagai wakil rakyat maupun menduduki kursi pemerintahan karena sudah ada sebuah kekuasaan pada genggamannya.

Namun, janganlah pesimis. Kita masih punya banyak harapan. Kita masih punya anak-anak generasi masa depan untuk bangsa ini. Kita masih punya mereka yang kelak akan menjadi generasi penerus yang kita harapkan akan mengubah negeri ini lebih baik dan secara massif memberantas korupsi. Tidakkah kita ingin menanamkan nilai-nilai kejujuran sedari dini dalam diri mereka? Dimulai dari diri kita sendiri, memberikan teladan untuk anak-anak. Dengan mengajak mereka untuk selalu menanamkan nilai kejujuran dari hati, anak-anak dengan sendirinya belajar menjadi pribadi yang jujur. Dengan demikian, harapan negeri ini bebas dari korupsi bukanlah hal yang tidak mungkin.

 

Devi Murti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *